
Jakarta-SuaraNusantara
Gedung Layanan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, berdiri di atas lahan seluas 11.975 meter persegi dengan luas bangunan 50.917 meter persegi. Dengan ketinggian bangunan 126,3 meter dengan 24 lantai dan tiga basement, perpustakaan ini diklaim sebagai perpustakaan nasional tertinggi di dunia.
Perpustakaan tersebut pada Kamis (14/9/2017) kemarin, baru diresmikan oleh Presiden Jokowi.
“Ini persiapan diri untuk masuk ke masa depan. Karena sudah digagas Presiden Sukarno 65 tahun yang lalu, baru kita kerjakan pada saat ini. Ini dikerjakan 2 tahun 6 bulan dan selesai dengan kondisi yang sangat baik,” kata Jokowi dalam pidato peresmiannya.
Perpusnas ini diharapkan mampu meningkatkan minat baca kepada anak-anak kita, kepada generasi Y, kepada generasi Z yang mempunyai pola pikir dan perilaku jauh berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, generasi-generasi kita.
Selain lebih senang baca tulisan atau baca berita di smartphone atau di tablet, menuru tJokowi, juga sedikit yang masih baca koran cetak. Hal ini, karena sekarang mereka bisa lihat berita apapun dengan sekali klik, melihat live streaming tinggal llik, meihat video, juga bisa langsung masuk ke Netflix. Sehingga berita apapun dalam waktu yang cepat bisa mereka baca.
Menurut Jokowi, sekarang ini memang sudah eranya terobosan-terobosan digital. “Jadi saya senang sekali Perpusnas sekarang sudah mulai pengembangan serba digital, serba elektronik. Tadi saya diberi tahu akan ada e-resources, e-books, e-journal, dan macam-macam e- yang lainnya,” kata Jokowi.
Tampak hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu, diantaranya Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M uhadjir Effendy, dan Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir, dan Kepala Perpustakaan Nasional Muh. Syarif Bando.
Penulis: Yono D

















