Suaranusantara.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengatakan, sejumlah desa di beberapa kecamatan mulai dilanda kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizky Pratama menuturkan, pihaknya memetakan kekeringan rawan terjadi di 16 kecamatan.
“Dari 16 kecamatan tersebut, 8 sudah mendapatkan berbagai program penanganan air. Jadi, kami fokus di 8 kecamatan lainnya,” kata Febby kepada wartawan, di Kantor BPBD Lebak, Jumat (4/8/2023).
Sejauh ini dikatakan Febby, sudah 7 desa di beberapa kecamatan tersebut yang telah meminta suplai air bersih, seperti Banjarsari, Warunggunung dan Sajira. Hal itu disebabkan air yang berada di sumber air desa tersebut tak layak lagi untuk dikonsumsi.
“Selain dari air baku PDAM, kita juga suplai dari sumber-sumber lainnya. Persoalan air harus jadi prioritas supaya tidak ada lagi masyarakat yang membeli air,” tutur dia.
Lebih lanjut diutarakan Febby, pihaknya bersama Dinas Pertanian Kabupaten Lebak masih mendata berapa luas area persawahan yang juga terdampak kekeringan.
“Kami masih mendata dan menghitung, termasuk apakah sudah gagal panen atau tidak. Tapi dari rakor kemarin bersama teman-teman relawan dilaporkan sekitar 80 hektare,” tutup Febby.(Def)


















Discussion about this post