
Jakarta-SuaraNusantara
Almarhum Dokter Ryan Thamrin yang populer lewat acara talkshow ‘DR. OZ’ Indonesia di Trans TV, Jumat (4/8/2017) kemarin, meninggal di Pekanbaru. Masyarakat pun dibuat terkejut mendengar kabar tersebut.
Almarhum dokter Ryan disebut-sebut sudah setahun terakhir menderita sakit maag akut dan kanker otak. Bagaimana seluk beluk kedua penyakit itu, dan benarkah bisa menyebabkan kematian?
Sebenarnya ada salah kaprah mengenai pemahaman kata ‘akut’. Sakit maag akut adalah sakit maag yang terjadi dalam kurun waktu singkat, misalnya hanya berlangsung selama beberapa hari, atau sekitar 1-2 minggu, kemudian sembuh. Sedangkan dokter Ryan dikabarkan telah setahun terakhir menderita sakit maag.
Untuk maag menahun yang sukar sembuh seperti yang dialami dokter Ryan, maka sebutannya bukan maag akut, melainkan maag kronis. Jadi perbedaan antara ‘akut’ dan ‘kronis’ bukan didasarkan pada tingkat keparahan penyakitnya, melainkan dari durasi waktu sakitnya.
Sedangkan bila dilihat dari tingkat keparahan penyakitnya, maka sakit maag dibedakan ke dalam 4 tingkatan, yaitu maag ringan, maag sedang, maag kronis, dan kanker lambung.
Penyebab sakit maag bisa karena penderita makan secara tidak teratur/sering terlambat makan, sering makan/minum sembarangan sehingga terdapat mikroorganisme (bakteri) yang merugikan dalam pencernaannya, mengonsumsi obat-obatan tertentuh, atau sebab-sebab lainnya seperti mengonsumsi alkohol, pola tidur tidak teratur, stress, terlalu sering dan banyak makan pedas, makan/minum yang berasa asam, minum kopi dan sebagainya. Bahkan dalam beberapa kasus, makan terlalu banyak setelah berjam-jam merasa lapar juga dapat menyebabkan sakit maag.
Bagi penderita maag yang sudah parah, penyakit maag dapat menyebabkan kematian. Namun kalangan medis masih berbeda pendapat mengenai hal ini, karena ada juga dokter yang mengatakan penyakit maag tidak mungkin menyebabkan penderitanya meninggal dunia.
Sakit maag menimbulkan gejala berbeda, jadi tidak harus merasa nyeri di perut baru disebut mengidap sakit maag. Ada beberapa gejala lain yang bisa mengindikasikan seseorang terserang sakit maag, antara lain mual dan muntah, sering merasa lapar, perut terasa kembung (begah), sering bersendawa, dada terasa panas, nafas terasa berat dan sebagainya. Untuk memastikan seseorang mengidap sakit maag atau tidak, tentu harus diperiksa lebih lanjut oleh dokter karena gejala di atas juga sering terlihat di penyakit lain.
Waspada bila tinja anda berwarna hitam saat buang air besar, sebab tinja berwarna hitam mengindikasikan adanya pendarahan internal, entah di lambung atau di usus, yang mengakibatkan tinja menjadi berwarna hitam akibat tercampur darah. Segera periksakan diri ke dokter bila mengalami hal ini.
Secara tradisional, minum segelas air hangat (bukan air panas) yang dicampur 1-2 sendok makan madu, setiap pagi sesaat setelah bangun tidur, dipercaya dapat membantu mencegah sakit maag, dan dapat membantu proses penyembuhan penderita maag. Jangan makan apa pun sedikitnya satu jam setelah mengkonsumsi air madu ini untuk memberi kesempatan bagi madu melapisi dinding lambung.
Sementara Kanker otak adalah tumor otak ganas yang dapat menyebar dengan cepat ke bagian lain dari otak dan tulang belakang. Perlu diketahui, tidak semua tumor otak bersifat ganas dan bisa dikategorikan sebagai kanker. Ada juga tumor otak yang bersifat jinak. Tumor otak jinak adalah sekumpulan sel-sel otak yang tumbuh perlahan dan tidak menyebar ke bagian lain.
Tumor otak sendiri adalah pertumbuhan sel-sel otak yang tidak wajar dan tidak terkendali. Pada otak, tumor dapat berkembang dari sel yang menyusun jaringan otak, dari saraf yang keluar-masuk ke otak, dan dari selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang (meninges).
Menurut asalnya, tumor otak terbagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder. Tumor otak primer adalah tumor yang muncul pada otak, sedangkan tumor otak sekunder adalah tumor yang berasal dari bagian tubuh lain namun menyebar ke otak.
Kebanyakan kasus kanker otak merupakan jenis kanker otak sekunder, di mana kanker berawal dari organ tubuh lain kemudian menyebar ke otak. Jika dilihat dari tingkat perkembangannya serta kecepatan pertumbuhan dan penyebarannya, keganasan tumor otak dibagi menjadi 4 tingkat yaitu:
- Stadium 1 dan 2: umumnya bersifat jinak.
- Stadium 3 dan 4: biasanya bersifat ganas, dan bisa disebut sebagai ‘kanker’.
Tumor otak tidak mengenal usia dan bisa menjangkiti siapa saja, termasuk anak-anak. Menurut data WHO, pada tahun 2012 ada sekitar 4900 kasus kanker otak yang terjadi di Indonesia. Jika dilihat dari jenis kelaminnya, maka pengidap kanker otak berjenis kelamin pria sedikit lebih banyak dibanding wanita.
Penyakit genetik seperti neurofibromatosis (penyakit genetik yang menyebabkan tumor tumbuh di saraf) bisa meningkatkan risiko munculnya tumor otak. Namun, penyebab utama dari kebanyakan tumor otak belum diketahui.
Gejala tumor otak bervariasi dari satu penderita ke penderita lain tergantung pada ukuran dan bagian otak yang terjangkit. Tumor bisa membuat area otak yang terjangkiti tidak berfungsi dengan baik dan menekan jaringan otak sehingga menyebabkan sakit kepala serta kejang-kejang.
Berikut ini beberapa gejala umum tumor otak yang lain:
- Kelelahan berlebihan dan mudah mengantuk.
- Gangguan penglihatan.
- Gangguan berjalan dan berbicara.
- Muntah-muntah.
Penyakit ini harus ditangani secepat mungkin, biasanya dengan tindakan pembedahan untuk mengangkat sel-sel kanker sebanyak mungkin. Proses penyembuhan bisa dilanjutkan dengan radioterapi, kemoterapi, atau kombinasi keduanya.
Jika tidak segera dilakukan pembedahan, kanker bisa berpotensi menyebar dan merusak bagian dari otak dan saraf tulang belakang, bahkan hingga ke organ lainnya.
Sedangkan pada kanker otak sekunder, manfaat perawatan hanya untuk meringankan gejala dan memperpanjang usia saja. Karena kecilnya kemungkinan bagi penderita untuk sembuh total, terutama tumor maupun kanker yang ada sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Penulis: Yono/dari berbagai sumber

















