Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Lestari Moerdijat: Pengembangan Situs Patiayam Harus segera Dirumuskan Bersama

snc4 by snc4
24 November 2025
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat

2
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan bahwa langkah lanjutan pascaekskavasi situs Patiayam penting untuk dirumuskan bersama, sebagai bagian dari upaya pengembangan dan pelestarian kawasan situs purbakala yang membentang di wilayah Kudus dan Pati, Jawa Tengah itu.

“Ancaman dari alam yang sering berubah secara ekstrim dan masyarakat yang tidak peduli terhadap pelestarian benda-benda bersejarah di situs Patiayam harus disikapi bersama dengan langkah nyata,” kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/11).

Lestari menegaskan hal itu secara daring dalam acara Forum Diskusi Aktual Berbangsa Bernegara (FDABB) dengan tema Memahami Situs Patiayam dalam Konteks Prasejarah Indonesia, bersama para pakar arkeologi, pakar geologi, dan pakar kesehatan di kawasan situs purbakala Patiayam, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (22/11) malam.

BACAJUGA

Lestari Moerdijat Dorong Gerak Bersama Wujudkan Penguatan Sistem Perlindungan Anak sejak Dini

Lestari Moerdijat: Wujudkan Kolaborasi Semua Pihak untuk Perbaiki Mutu Pendidikan Nasional

Hadir pada acara tersebut antara lain, Prof. Dr. Truman Simanjuntak (Ketua Center for Prehistoric and Austronesian Studies /CPAS Indonesia), Prof. Dr. Francois Semah (Muséum national d’Histoire Naturelle, Perancis), Prof. Dr. Ir. Sri Mulyaningsih, S.T., M.T., IPM. (Universitas Amanat Keluarga Pejuang Republik Indonesia / AKPRIND), Prof. Dr. Ir. Sutikno Bronto (Universitas AKPRIND), dan Ir. Ferry Fredy Karwur., M.Sc., Ph.D. (Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan/FIK Universitas Kristen Satya Wacana).

Selain itu hadir pula secara daring Bupati Kudus Dr. Ars. Sam’ani Intakoris, S.T., M.T dan jajarannya, serta Kepala Desa Terban, Patiayam, Kudus, Supeno.

Rerie, sapaan akrab Lestari mendorong agar pihak-pihak terkait dapat segera mengidentifikasi tantangan dan peluang agar situs purbakala Patiayam menjadi bagian dari pengembangan kebudayaan bangsa Indonesia.

Diakui Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI, pekerjaan rumah dalam upaya mengembangkan situs Patiayam masih banyak.

Namun, Rerie yang juga anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap, para pemangku kepentingan dan masyarakat dapat membangun kolaborasi yang kuat membuat perencanaan yang menyeluruh demi merealisasikan langkah yang tepat bagi pengembangan situs purbakala Patiayam di masa depan.

Menurut Ketua CPAS Indonesia, Truman Simanjuntak situs Patiayam adalah situs purbakala yang lengkap dan unik karena terisolasi dari situs hominid yang lain.

Truman juga menambahkan potensi penggalian dapat dikembangkan ke lokasi lain seperti di lokasi yang memiliki lapisan batuan dengan formasi Slumprit yang diperkirakan usianya adalah 800 ribu tahun.

Menurut dia, keamanan fosil, kerja sama dengan masyarakat, pemberian tali asih dan sertifikat bagi penemu fosil harus konsisten diterapkan, sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian dan keamanan fosil dan situs di Patiayam.

“Situs Patiayam ini khas, lengkap, dan kaya. Kawasan ini merupakan kekayaan bangsa yang tersembunyi,” ujar Truman.

Dalam proses pengembangan ke depan, Truman berharap, situs Patiayam dapat berdampak positif bagi masyarakat melalui pengelolaan yang mengedepankan perspektif keilmuan, kebudayaan, dan lingkungan.

Francois Semah dari Muséum national d’Histoire Naturelle, Perancis berpendapat, setiap peneliti selalu memiliki sikap yang tidak pernah puas, tetapi untuk memenuhi ketidakpuasan itu harus dilakukan secara bertahap.

Menurut Francois, temuan dalam proses ekskavasi 3 tahun terakhir di Patiayam, memiliki prospek yang sangat memuaskan untuk menghadirkan prospek yang baik di masa depan.

Dia menyarankan, pada tahap selanjutnya upaya ekskavasi bisa diarahkan menjauh dari lapisan-lapisan yang dipengaruhi gunung api ke lokasi-lokasi mendekat ke muara sungai yang merupakan lokasi kondusif untuk hidup di masa lalu.

“Kalau kita ketemu sungai di masa lalu, ada kemungkinan kita akan ketemu artefak batu, fosil, bahkan mungkin fosil manusia,” ujarnya.

Francois berpendapat, dalam penelitian di Patiayam ini untuk dapat konteks arkeologis yang benar kita harus cari lokasi-lokasi di pinggir sungai yang terfosilkan.

“Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan penemuan yang lebih banyak agar dapat menceritakan kehidupan manusia di masa lalu,” ujar Francois.

Pakar geologi dari Universitas AKPRIND, Sri Mulyaningsih berpendapat, aktivitas gunung berapi di sekitar Gunung Muria di masa lalu menghasilkan cekungan batuan yang disebut maar.

Menurut Sri di sekitar Gunung Muria ada sekitar 14 maar, dua di antaranya ada Rawa Gembong dan Waduk Logung.

Cekungan batuan tersebut, ungkap Sri, membentuk danau-danau yang di sekitarnya biasanya menjadi tempat tinggal makhluk hidup, termasuk hewan dan manusia purba.

Sehingga, Sri mengusulkan, agar penelitian lanjutan bisa diarahkan ke sekitar lokasi yang di masa lalu diduga merupakan maar tersebut.

Pakar geologi dari Universitas AKPRIND, Sutikno Bronto berpendapat, tantangan penelitian ke depan adalah mengubah paradigma penelitian arkeologi dari pengaruh geologi sedimenter ke pengaruh geologi gunung api.

Karena, menurut Sutikno, tantangan ke depan adalah peneliti arkeologi belum cukup familiar dengan istilah-istilah dan proses vulkanisme dalam konteks geologi gunung berapi.

Dalam konteks geologi gunung api, Sutikno memperkirakan, pada masa lalu di situs Patiayam dan Semenanjung Muria, air sumber kehidupan bagi fauna dan manusia purba berasal dari danau-danau yang terbentuk dari aktivitas vulkanik Gunung Muria yang dinamakan maar.

“Jadi ke depan tantangan penelitian di Patiayam dan Semananjung Muria adalah bagaimana para peneliti bisa mendalami penelitian juga dari kaca mata geologi gunung api,” ujar Sutikno.

Dengan perkiraan adanya potensi ditemukannya fosil-fosil fauna dan manusia purba di sekitar maar, menurut Sutikno, tantangan lainnya adalah lokasi penelitian akan meluas.

“Sehingga wilayah kerja arkeologinya tidak hanya di Patiayam, tetapi juga kawasan-kawasan lainnya di Semenanjung Muria,” pungkasnya.

Sementara itu Dekan FIK Universitas Kristen Satya Wacana Ferry Fredy Karwur berpendapat, saat ini masih terjadi gap yang cukup lebar antara pemahaman para ilmuwan dan masyarakat umum terkait pentingnya situs Patiayam.

Sebagai seorang ilmuwan di bidang biologi molekuler, ujar Ferry, kegiatan para arkeolog di situs Patiayam dapat memperkaya cabang ilmu yang lain.

Menurut Ferry, proses pembentukan lapisan tanah dan efeknya kepada makhluk hidup dapat memberikan konteks baru pada cabang ilmu yang lain.

“Kondisi ini peluang bagi situs Patiayam untuk menjadi bagian dari upaya untuk mempersempit gap tersebut,” ujar Ferry.

Terkait upaya pengembangan situs Patiayam secara berkelanjutan, menurut Ferry, model-model penataan ruang dalam pengelolaan kawasan harus dipikirkan secara serius.

Agar, tegas dia, kepentingan-kepentingan sosial masyarakat dan pelestarian situs Patiayam dapat berjalan secara beriringan dalam pengembangan kawasan.

Berdasarkan pengamatan Ferry, di kawasan Patiayam ada dua kegiatan ekonomi masyarakat yaitu masyarakat bekerja sebagai buruh pabrik di sekitar Kudus dan masih ada juga yang bertani di sekitar wilayah Patiayam.

Menurut dia, situs Patiayam berpotensi menjadi tempat pembelajaran lapangan bagi masyarakat. Sehingga di masa depan masyarakat di sekitar situs Patiayam juga berpotensi menjadi ilmuwan di bidang arkeologi, geologi dan vulkanologi.

Pada kesempatan tersebut Pemerintah Kabupaten Kudus juga berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya pelestarian dan pengembangan situs Patiayam melalui kewenangan-kewenangan yang dimilikinya.

Upaya tersebut antara lain dengan konsisten menganggarkan dana untuk tali asih dan memberikan sertifikat bagi masyarakat yang menemukan fosil.

Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pelestarian fosil di situs Patiayam.

Tags: Lestari MoerdijatSitus PatiayamWakil Ketua MPR RI
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Badan Pengkajian MPR RI gelar FGD di Makassar
Nasional

Badan Pengkajian MPR RI dalami Desentralisasi Berbasis Kapasitas dan Dampak melalui FGD di Makassar

by snc4
8 July 2026

Suaranusantara.com- Kelompok III Badan Pengkajian MPR RI menggelar Focus Group...

Said Iqbal dan Purbaya akhirnya bertemu hari ini Rabu 8 Juli 2026 (Instagram @nowdots)
Nasional

Akhirnya Said Iqbal dan Purbaya Bertemu Bahas Soal Pajak 0 Persen JHT, Gimana Hasilnya?

by Feri Spt
8 July 2026

Suaranusantara.com- Rabu 8 Juli 2026 akhirnya Penasihat Khusus Presiden...

Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terbitkan surat (dok DPD PDIP Jatim)

Bukan Oposisi! Megawati Soekarnoputri Resmi Nyatakan Posisi Politik PDI Perjuangan

8 July 2026
Hardiyanto Kenneth Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan diduga terobos jalur busway (Instagram @faktapersidoofficial)

Dugaan Arogansi Hardiyanto Kenneth Terobos Jalur Busway dan Maki-maki Polisi, BK DPRD DKI Jakarta Investigasi

8 July 2026
Foto Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto tebar 10 ribu bibit ikan saat ultah ke 56 (Instagram @bungkusuma2)

Tebar 10 Ribu Bibit Ikan di Momen Ultah ke 60, Hasto Kristiyanto: Tradisi yang Diajarkan Megawati Soekarnoputri

8 July 2026
PM India Narendra Modi saat mencoba bermain angklung cendera mata dari Presiden RI Prabowo Subianto (Instagram @sekretariat.kabinet)

Momen PM India Mainkan Angklung Cendera Mata dari Prabowo

8 July 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

4 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

4 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

4 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

4 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

4 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

PM India Narendra Modi dan Presiden RI Prabowo Subianto saling berpelukan erat (Instagram @sekretariat.kabinet)
Nasional

PM India Sebut Persahabatan dengan Prabowo Menembus Batas Hak Cipta: Saling Cinta dan Menghormati

by Feri Spt
8 July 2026

Suaranusantara.com- Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi mengatakan dirinya memiliki hubungan persahabatan erat dengan Presiden RI Prabowo...

Momen Presiden RI Prabowo Subianto mendampingi PM India Narendra Modi saat berkunjung ke Gedung DPR RI (Instagram @sekretariat.kabinet)

Di Hadapan Narendra Modi, Prabowo: Kita Punya Visi Masa Depan yang Sama

8 July 2026
Presiden RI Prabowo Subianto bicara soal kekagumannya terhadap PM India Narendra Modi (Instagram @prabowo)

Meski Kagumi Narendra Modi, Prabowo Tegaskan Tak Akan Campuri Urusan Politik Dalam Negeri India

8 July 2026
Momen hangat pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi saat tiba di Istana (Instagram @prabowo)

Prabowo di Hadapan Komunitas India Terang-terangan Ungkap Kagumi Narendra Modi: Banyak Kebijakan India Jadi Inspirasi

8 July 2026
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Said Iqbal (Instagram @karawang.terkinii)

Buruh Akan Gelar Aksi Demo di Kantor Kemenkeu, Said Iqbal Ngemis-ngemis Minta Bertemu Purbaya: Saya Mengetuk Hati Menkeu agar Bersedia Dialog

8 July 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com