Suaranusantara.com- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan curah hujan di Jakarta terbilang tinggi.
Hal ini dikarenakan sejak Sabtu malam 7 Maret 2026, Jakarta diguyur hujan sehingga mengakibatkan sejumlah ruas jalan terendam air.
“Hari ini di Jakarta dan sekitarnya, curah hujan itu 264 mm per hari. Itu termasuk curah hujan yang sangat, sangat, sangat tinggi,” ujar Pramono kepada wartawan, Minggu 8 Maret 2026.
Sejumlah ruas jalan yang terendam air akibat hujan yang terus-menerus mengguyur semalaman, Pramono Anung menyebut sejumlah titik sudah disedot pompa.
“Dan kemudian dari semalam saya sudah langsung berkoordinasi dengan jajaran, terutama Sumber Daya Air. Bahkan dari semalam sebenarnya beberapa spot sudah dilakukan pemompaan, dipompa,” ujarnya.
Kendati demikian, Pramono mengingatkan bahwa akan ada debit air kiriman dari wilayah penyangga.
“Tetapi, ini nanti sebagai informasi, karena di atas, baik itu di Bogor, di Tangerang, dan sebagainya, curah hujan juga tinggi, pasti akan ada air yang mengalir ke Jakarta,” sambungnya.
Kemudian, ia juga meminta 1.200 pompa untuk disiagakan. Salah satunya ruas Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, yang memang kerap banjir.
“Dan untuk itu, saya sudah meminta pada seluruh jajaran, kurang lebih 1.200 pompa dipersiapkan dan termasuk pompa portabel di beberapa daerah, salah satunya yang selalu jadi persoalan adalah di Daan Mogot dan di DI Panjaitan,” ujarnya.
Pramono mengatakan bahwa lalu lintas di sana sudah mulai bisa dilalui lagi.
“Alhamdulillah, di dua tempat itu dari tadi pompa terus dilakukan dan lalu lintas bisa berjalan walaupun ada sedikit genangan,” tambahnya.
BPBD DKI Jakarta memperbarui titik banjir yang merendam sejumlah wilayah akibat hujan semalaman. Terkini, sebanyak 147 RT terendam banjir.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 147 RT dan 19 Jalan tergenang,” Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji dalam keterangannya, Minggu 8 Maret 2026.
Isnawa mengatakan data tersebut dihimpun hingga pukul 09.00 WIB. Berdasarkan data, ketinggian banjir ada yang mencapai 1,7 meter.
BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah. BPBD DKI juga berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.

















Discussion about this post