Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Ibas: Merah Putih Bond dan Kepercayaan Publik, Dua Kunci Menuju Gotong Royong Ekonomi Nasional

snc4 by snc4
26 June 2026
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Edhie Baskoro Yudhoyono

Edhie Baskoro Yudhoyono

1
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan pentingnya membangun instrumen investasi nasional yang mampu memperkuat mobilisasi modal dalam negeri sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan yang berkelanjutan.

Menurutnya, semangat gotong royong ekonomi harus diwujudkan melalui instrumen yang kredibel, produktif, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan nasional.

Hal tersebut disampaikan Edhie Baskoro, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, saat membuka Forum Diskusi Kebangsaan bertajuk “Gotong Royong dan Merah Putih Bond: Penguatan Ekonomi Nasional, Stabilitas Politik, dan Ketahanan Negara”, Rabu (24/6/2026), di Kompleks MPR RI, Senayan, Jakarta.

BACAJUGA

Wakil Ketua MPR RI Rusdi Kirana: AI Harus Perkuat Ekonomi Rakyat dan Wujudkan Amanat Konstitusi

HNW Dukung Zakat Sebagai “Tax Credit” Dimasukkan dalam Revisi UU Zakat

Forum tersebut dihadiri akademisi, pakar ekonomi dan keuangan, pelaku industri jasa keuangan, praktisi investasi, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Ibas mengatakan bahwa kondisi global saat ini menuntut Indonesia untuk semakin adaptif dalam menjaga daya saing investasi. Menurutnya, faktor eksternal seperti konflik geopolitik, kebijakan suku bunga internasional, hingga percepatan transformasi digital dapat memengaruhi pergerakan modal dan arah investasi dunia.

“Geopolitik memengaruhi arus investasi. Suku bunga global juga menentukan masuk atau keluarnya modal. Sementara transformasi digital mengubah struktur industri secara fundamental. Karena itu Indonesia harus terus memperkuat daya saing ekonominya,” ujar Ibas.

Lulusan S2 Nanyang Technological University (NTU) Singapura tersebut menilai Indonesia masih menjadi salah satu destinasi investasi yang menjanjikan di kawasan. Di tengah ketidakpastian global, Indonesia memiliki peluang besar untuk menarik investasi yang mencari stabilitas dan prospek pertumbuhan jangka panjang.

“Indonesia masih menjadi negara yang sangat menjanjikan bagi investor. Ketika banyak kawasan dunia menghadapi konflik dan ketidakpastian, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi tujuan investasi yang semakin diperhitungkan,” katanya.

Namun demikian, Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN Indonesia itu mengingatkan bahwa peluang tersebut harus diiringi dengan reformasi struktural yang mampu memperkuat iklim usaha nasional. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas fiskal dan moneter sekaligus memastikan masyarakat merasakan manfaat nyata dari pertumbuhan ekonomi.

Menurut Ibas, pembangunan ekonomi Indonesia ke depan harus bertumpu pada investasi yang produktif dan berkualitas. Ia mendorong agar investasi tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, tetapi mampu mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah.

“Investasi harus diarahkan pada sektor-sektor produktif seperti manufaktur, energi, dan ekonomi digital. Pertumbuhannya harus merata agar manfaat pembangunan dapat dirasakan di seluruh Indonesia,” tegas Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII tersebut.

Lebih lanjut, lulusan Program Doktor Manajemen dan Bisnis IPB University itu menegaskan pentingnya membangun arsitektur keuangan nasional yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Menurutnya, kebutuhan pembangunan nasional tidak dapat sepenuhnya bertumpu pada APBN sehingga diperlukan berbagai instrumen pembiayaan yang mampu memperluas sumber pendanaan pembangunan.

“Kita membutuhkan sistem keuangan yang kuat sebagai penjaga pembangunan. Kebutuhan pembangunan, pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat terus meningkat sehingga diperlukan sumber pembiayaan yang semakin beragam,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Ibas menilai gagasan Patriot Bond maupun Merah Putih Bond dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat mobilisasi modal domestik.

Menurutnya, instrumen tersebut bukan semata-mata ditujukan untuk menarik dana kembali ke dalam negeri, tetapi juga untuk mengarahkan modal agar tetap produktif dan memberikan manfaat bagi pembangunan nasional.

“Yang terpenting adalah bagaimana instrumen ini dapat memperkuat mobilisasi modal dalam negeri, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendukung perputaran ekonomi yang memberikan manfaat bagi rakyat,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa berbagai gagasan baru selalu memunculkan perdebatan dan diskusi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, aspek legalitas, transparansi, tata kelola, serta perlindungan investor harus menjadi perhatian utama dalam penyusunan kebijakan.

Dalam kesempatan tersebut, Ibas menjelaskan bahwa Merah Putih Bond maupun Patriot Bond pada prinsipnya merupakan instrumen pembiayaan yang dirancang untuk memperkuat sumber pendanaan pembangunan nasional.

Gagasan tersebut diharapkan mampu mendorong partisipasi investasi domestik, memperluas alternatif pembiayaan pembangunan, serta mengurangi ketergantungan terhadap sumber pendanaan eksternal.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa implementasinya harus dibangun di atas prinsip transparansi, akuntabilitas, kepastian hukum, dan tata kelola yang baik agar mampu memperoleh kepercayaan publik serta investor.

Dalam sesi diskusi, Guru Besar FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag, menyampaikan bahwa Merah Putih Bond berpotensi menjadi instrumen penting untuk memobilisasi dana domestik guna mendukung agenda Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, kebutuhan pembiayaan pembangunan yang semakin besar memerlukan sumber pendanaan yang lebih beragam di luar APBN.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola, audit independen, transparansi, penerapan prinsip anti pencucian uang, serta perluasan manfaat instrumen tersebut bagi sektor riil, UMKM, dan penciptaan lapangan kerja. Ia juga mendorong peningkatan literasi publik dan penerapan proyek percontohan sebagai langkah awal membangun kepercayaan investor.

Pandangan senada disampaikan David Noah, Founder Fortis Capital dan Financial Educator. Ia menilai instrumen Merah Putih Bond memiliki potensi untuk memperkuat pembiayaan pembangunan apabila didukung oleh mandat investasi yang jelas, tata kelola yang baik, serta transparansi yang kuat.

David juga mengingatkan pentingnya penyusunan peta jalan yang komprehensif, kepastian mengenai manfaat yang ditawarkan kepada investor, serta penguatan prinsip good governance agar instrumen tersebut mampu bersaing dan memperoleh kepercayaan pasar sebagaimana praktik yang diterapkan di berbagai negara.

Pandangan serupa juga disampaikan Dr. Andrew Betlehn, yang menekankan pentingnya kepastian hukum sebagai salah satu faktor utama dalam meningkatkan daya tarik investasi Indonesia.

Sementara Tommy Hendharto Oetomo dari P3KPI mengingatkan perlunya kejelasan mekanisme pelaporan aset, sumber dana, serta kepastian regulasi agar instrumen tersebut mampu memberikan rasa aman bagi investor sekaligus mendukung tujuan pembangunan nasional.

Forum tersebut turut dihadiri sejumlah Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, yakni Marwan Cik Asan selaku Kapoksi Komisi XI DPR RI, Hillary Brigitta Lasut dan Wahyu Sanjaya dari Komisi XI DPR RI, Nurwayah dari Komisi VI DPR RI, Rinto Subekti dari BAKN DPR RI, serta Andi Muzakir dari Komisi XII DPR RI.

Menanggapi berbagai masukan yang berkembang, Marwan Cik Asan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum diskusi tersebut. Ia menjelaskan bahwa berbagai isu yang muncul, termasuk terkait Merah Putih Bond dan Patriot Bond, merupakan bagian dari proses penyempurnaan kebijakan yang masih memerlukan pengaturan lebih lanjut melalui peraturan pemerintah.

Menurutnya, berbagai pandangan dari akademisi dan praktisi sangat penting sebagai bahan masukan bagi pemerintah dalam menyusun regulasi yang mampu memperkuat efektivitas instrumen tersebut sekaligus menjaga kepercayaan publik.

Sementara itu, Hillary Brigitta Lasut menekankan pentingnya kejelasan batasan kewenangan, tata kelola, serta kepastian hukum dalam implementasi instrumen investasi tersebut.

Ia menegaskan bahwa seluruh masukan yang disampaikan dalam forum akan menjadi bahan penting bagi DPR RI untuk terus mengawal penyusunan aturan turunan agar sejalan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta perlindungan terhadap kepentingan negara dan masyarakat.

Senada dengan itu, Wahyu Sanjaya menilai keberhasilan Merah Putih Bond sangat bergantung pada komunikasi publik yang baik, arah industrialisasi nasional yang jelas, peningkatan transparansi Danantara, serta terbangunnya kepercayaan masyarakat sebagai modal utama keberhasilan instrumen investasi tersebut.

Menutup forum, Ibas mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus membangun optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju apabila mampu memperkuat kolaborasi, menjaga stabilitas, serta menghadirkan kebijakan yang kredibel dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Mari kita sama-sama optimis sekaligus kritis. Indonesia memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan menjadi negara maju. Yang diperlukan adalah kepercayaan, kolaborasi, dan komitmen bersama untuk memastikan setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” pungkas Ibas.

Tags: Edhie Baskoro YudhoyonoIbasMerah Putih BondWakil Ketua MPR RI
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Gubenur DKI Jakarta Pramono Anung (Instagram @pramonoanungw)
Nasional

Saat Kekeringan Landa Sejumlah Wilayah di Indonesia, Pramono Anung Klaim DKI Jakarta Belum Mengalami

by Feri Spt
21 July 2026

Suaranusantara.com- Memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Indonesia dilaporkan...

Hari Anak Nasional ke 42 (Instagram @dinkopadgtmg)
Nasional

23 Juli Diperingati Hari Anak Nasional ke 42, Apakah Tanggal Merah? Cek di Sini Aturannya

by Feri Spt
21 July 2026

Suaranusantara.com- Kamis 23 Juli 2026 merupakan peringatan Hari Anak...

Logo Hari Anak Nasional ke 42 (Instagram @kemenpppa)

Sambut Hari Anak Nasional ke 42 Kamis 23 Juli, KemenPPAA Rilis Logo dan Tema Bisa Download di Sini

21 July 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat sidang kabinet di Istana Negara. Dapat mandat dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk kaji B60 (Instagram @melangkahdaritimur.id)

Sukses B50, Prabowo Minta Bahlil Kaji B60

21 July 2026
Presiden RI Prabowo Subianto saat menggelar sidang kabinet pada Senin 20 Juli 2026, berkomitmen entaskan kemiskinan di RI (Instagram @sekretariat.kabinet)

Komitmen Hapus Kemiskinan RI, Prabowo Siapkan 29 Program Ini Daftarnya

21 July 2026
Presiden RI Prabowo Subianto saat sidang kabinet Senin 20 Juli 2026 (Instagram @sekretariat.kabinet)

Prabowo Komitmen Bakal Tindak Tegas Penyelewengan Tanpa Pandang Bulu: Percayalah

21 July 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

4 months ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

4 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

4 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

4 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

4 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Presiden Prabowo Subianto saat sidang kabinet pada Senin 20 Juli 2026 di Istana, Jakarta (Instagram @sekretariat.kabinet)
Nasional

Prabowo Akui Masalah Indonesia Sangat Besar, Janji Akan Selesaikan Persoalan

by Feri Spt
21 July 2026

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto mengakui secara terang-terangan bahwa Indonesia memiliki banyak permasalahan yang menyangkut rakyat. Bahkan...

Hotman Paris dipolisikan PWI terkait pernyataannya 'lu punya otak nggak sih' (Instagram @hotmanparisofficial)

Kata Maaf Tak Selesaikan Masalah, Hotman Paris Dipolisikan PWI

21 July 2026
Hotman Paris minta maaf imbas pernyataannya bawa-bawa nama Presiden Prabowo dalam kasus Febrie Adriansyah (Instagram @hotmanparisofficial)

Diserang Sana-sini! Hotman Paris Minta Maaf Usai Bawa-bawa Nama Prabowo Dalam Kasus Febrie Adriansyah

21 July 2026
Hotman Paris minta maaf kepada wartawan dan organisasi pers (Instagram @hotmanparisofficial)

Hotman Paris Akhirnya Minta Maaf Buntut Pernyataannya ke Wartawan ‘Lu Punya Otak Nggak Sih’: Maaf Saya Emosi

21 July 2026
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

LPS Perkuat Persiapan Menuju Aktivasi Program Penjaminan Polis

21 July 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com