Suaranusantara.com- Sejumlah turut menanggapi atas pemecatan terhadap aktivis Ubedilah Badrun dari kursi Koordinator Studi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), salah satunya Direktur Politik dan Kelembagaan Strategi Institute, Raras Tejo Asmoro.
Raras mengatakan bahwa pemecetan terhadap Ubedilah Badrun seperti adanya upaya pembungkaman akademis yang dilakukan pihak kampus, UNJ. Hal ini dikarenakan pemecatan tidak ada alasan jelas.
Menurut Raras, kampus seharusnta menjadi tempat yang paling kritis melihat kebijakan yang salah akirnya melunak karena adanya kepentingan tertentu.
“Kampus harusnya mendukung orang-orang kritis bukan malah menengelamkan dan mengkuncinya di dalam kotak,” ujar Tejo ketika dihibungi strategi.id dikutip Suaranusantara.com pada Jumat 31 Januari 2025.
Raras mengatakan pemecatan terhadap pria yang kerap disapa Ubed ini sebagai upaya serangan balik dari orang-orang yang berkuasa yang dilaporkan Ubedilah ke KPK.
“Ini adalah serangan balik pihak yang kebakaran jengot akibat laporan ubed ke KPK,” jelas mantan aktivis 98 ini.
“Kita juga bisa melihat bagaimana ada pengusaha yang putar balik batal dukung IKN sekarang usahanya disekitar pantai dibongkar dan dikacaukan oleh orang yang masih sangat berkuasa ungkap Tejo kembali.
Raras pun mengingatkan agar pihak-pihak yang vokal dalam mengkritisi untuk berhati-hati. Sebab mantan penguasa masih berkuasa.
“Jadi hati hati saja mantan penguasa itu masih berkuasa dan terus ingin berkuasa, pasti lawan lawan politiknya disikat,” pungkas Tejo.
Adapun Ubedilah Badrun telah dipecat dari kursi Koordinator Studi UNJ terhitung sejak tanggal 24 Januari 2025 lalu.
Ubed mengaku tak mengetahui alasan mengapa dirinya dipecat oleh Rektor UNJ. Namun dia meyakini pemecatan itu pasti ada sesuatu yang baik.
“Iya, saya sudah tidak lagi menjabat sejak 24 Januari 2025. Posisinya telah digantikan oleh Plt (pelaksana tugas). Masa jabatan saya menurut SK Rekor No.1995/UN39/HK.02/2023 adalah untuk periode 2023-2027. Tetapi diberhentikan pada 25 Januari 2025 . Tidak apa-apa Mas, itu otoritas Rektor, mungkin punya maksud baik, saya tidak tahu apa alasanya,” kata Ubedilah Kamis, 30 Januari 2025.


















Discussion about this post