Suaranusantara.com – Striker Eintracht Frankfurt, Hugo Ekitike, dikabarkan telah menyelesaikan sebagian besar tes medisnya bersama Liverpool, menandakan selangkah lagi ia resmi berseragam The Reds.
Menurut laporan terbaru, Liverpool dan Frankfurt telah menyepakati transfer Hugo Ekitike dengan nilai awal sebesar £69 juta (sekitar Rp1,48 triliun), yang bisa meningkat hingga £79 juta (sekitar Rp1,69 triliun) tergantung performa.
Perekrutan ini menambah daftar belanja ambisius Liverpool di bursa musim panas tahun ini.
Penantian Debut di Hong Kong
Antusiasme fans meningkat setelah muncul kemungkinan Ekitike akan menjalani debutnya saat laga pramusim melawan AC Milan di Hong Kong, Sabtu mendatang. Namun, ia harus merampungkan seluruh rangkaian tes medis sebelum bisa tampil.
Jurnalis transfer kenamaan, Fabrizio Romano, mengungkap bahwa pemain berusia 23 tahun ini telah melewati sebagian besar uji medis pada Selasa lalu dan diperkirakan akan menandatangani kontrak berdurasi enam tahun.
Statistik Menjanjikan, Lebih Tajam dari Nunez
Musim lalu, Ekitike mencetak 22 gol di semua kompetisi bersama Eintracht Frankfurt—jauh lebih baik dibandingkan Darwin Nunez yang hanya mencetak 7 gol untuk Liverpool.
Tak hanya tajam, pemain asal Prancis itu juga kreatif. Ia membukukan 12 assist, termasuk 8 di Bundesliga, menjadikannya salah satu pemberi assist terbanyak di liga.
Sebagai perbandingan, Nunez hanya mencatatkan lima assist sepanjang musim, meski harus diakui bahwa ia bermain lebih sedikit (2.058 menit) dibandingkan Ekitike (3.618 menit).
Meski sama-sama memiliki masalah dalam penyelesaian akhir, dengan Ekitike hanya mencetak 15 gol di Bundesliga dari ekspektasi 21,6 xG, ia dinilai lebih efisien dalam memanfaatkan peluang di kotak enam yard. Sementara itu, gaya menembak Nunez kerap dianggap tidak konsisten.
Cocok dengan Filosofi Arne Slot
Pelatih anyar Liverpool, Arne Slot, dikenal mengutamakan striker yang bisa menjadi fasilitator permainan.
Musim lalu, ia bahkan lebih memilih menggunakan false nine demi memaksimalkan peran Mohamed Salah dan Cody Gakpo di sektor sayap.
Dalam konteks ini, Ekitike dianggap lebih cocok ketimbang Nunez. Ia nyaman menerima bola di area yang lebih dalam dan aktif berkontribusi dalam pembangunan serangan.
Musim lalu, Ekitike mencatatkan rata-rata 22,6 umpan per 90 menit di Bundesliga, lebih banyak dibandingkan Nunez yang hanya 18,3 di Premier League.
Dengan karakteristik seperti ini, bukan hal yang mengejutkan jika Ekitike diplot menjadi penyerang utama Liverpool musim depan.


















Discussion about this post