Suaranusantara.com- Beredar kabar bahwa pemerintah akan berencana redenominasi atau menyederhanakan pecahan uang Rp.1000 menjadi Rp 1.
Namun, kabar tersebut ditepis oleh dua menteri Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menepis kabar rencana pemerinta redenominasi uang Rp.1000 menjadi Rp 1.
Kata Prasetyo, redenominasi uang masih jauh dilakukan. “Belum lah. Masih jauh,” kata Prasetyo singkat ketika ditanya soal bagaimana rencana pemerintah untuk melakukan redenominasi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin 10 November 2025.
Sebelumnya, kabar redenominasi uang Rp.1000 menjadi Rp.1 muncul usai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merilis Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan Tahun 2025-2029.
PMK 70/2025 ditetapkan 10 Oktober 2025 dan diundangkan pada 3 November 2025. Salah satu isi beleid tersebut adalah penyusunan RUU tentang Perubahan Harga Rupiah yang ditarget selesai pada 2026 atau 2027.
Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembahasan redenominasi memang kemungkinan tidak akan dibahas dalam waktu dekat.
“Ya, tidak dalam waktu dekat,” katanya singkat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan.
Sejauh ini belum pernah ada pembahasan di internal pemerintah soal wacana tersebut. Meskipun sudah ada perilisan Permenkeu untuk rencana tersebut, belum ada rencana sama sekali untuk membahasnya.
“Belum pernah kita bahas, nanti kita tunggu,” ujar Airlangga.
Lebih lanjut, ketika dikonfirmasi apakah ada keinginan politik dari Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan redenominasi, Airlangga enggan menjawab. “Nanti kita bahas ya,” katanya singkat sambil menutup pintu mobil.


















Discussion about this post