Suaranusantara.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengkaji perubahan jadwal operasional layanan KRL menjadi 24 jam.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi dalam merespon fenomena banyaknya penumpang yang terpaksa harus menginap di Stasiun Cikarang lantaran tidak sempat mengejar jadwal terakhir KRL Cikarang menuju Jakarta.
“Perihal itu, nanti saya coba koordinasi dengan KAI dan KAI Commuter ya, apakah perlu KRL dapat beroperasi 24 jam untuk mengakomodir hal itu. Tapi tentunya, mereka perlu pengkajian dan semacamnya,” kata Dudy.
Meski begitu, Dudy menekankan, bahwa pihaknya harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan KAI selaku operator prasarana dan KAI Commuter selaku operator KRL Jabodetabek.
“Setiap apa yang menjadi keperluan masyarakat ya kita tampung dulu, kemudian koordinasikan dulu ke operator terkait, karena ini juga nantinya mempengaruhi perawatan KRL itu sendiri,” lanjutnya.
“Intinya, kami mesti tanya sama KAI dulu, costnya bagaimana kalau KRL beroperasi 24 jam, costnya seperti apa, solusinya bagaimana,” tambah Dudy.
Sebelumnya, beredar informasi Stasiun Cikarang menjadi tempat tidur darurat bagi penumpang KRL Commuter Line yang tertinggal kereta terakhir rute Cikarang-Tanah Abang-Cikarang.
Dalam informasi tersebut disebutkan, bahwa area Stasiun Cikarang menjadi tempat bermalam yang aman hingga kereta pertama arah Jakarta baru beroperasi kembali pukul 04.00 WIB.


















Discussion about this post