Suaranusantara.com- Politikus muda PDI Perjuangan, Muhammad Syaeful Mujab mengungkap sinyal sikap Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri soal wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dilakukan DPRD.
Kata Mujab, PDI Perjuangan meyakini bahwa dalam pemilihan tidak harus mengamputasi hak rakyat. Megawati kata Mujab mengibaratkan demokrasi di Indonesia bagai senam poco-poco.
“PDI Perjuangan yakin persoalan politik uang itu tidak harus dengan mengamputasi hak rakyat untuk memilih. Dalam pidato kemarin, meskipun nanti sikap partai secara resmi akan disampaikan dalam penutupan Rakernas hari Senin besok, tapi Bu Mega sudah memberikan hint sedikit, kok demokrasi kita tuh kayak senam poco-poco,” ujar politikus muda PDIP Muhammad Syaeful Mujab dalam konferensi pers Rakernas I PDIP di Ancol, Jakarta Utara, Minggu 11 Januari 2026.
Mujab menjelaskan bahwa senam tersebut bergerak maju, mundur dan kanan-kiri. Padahal menurut Megawati, kata Mujab, demokrasi harus terus berjalan maju.
“Sehingga kami melihat sekarang ini momen di mana kita mengkaji kembali apakah Pilkada ini harus langsung atau tidak langsung, itu adalah momentum ini demokrasi mau dibuat kayak senam poco-poco, maju mundur maju mundur,” sebutnya.
Mujab menyebut PDIP ingin demokrasi selalu maju ke depan. Meski begitu, sikap resmi PDIP terkait pilkada dipilih DPRD ini akan disampaikan pada penutupan Rakernas PDI Perjuangan yang berlangsung hari ini Senin 12 Januari 2026.
“Kami rasa sikap resminya akan disampaikan di penutupan Rakernas besok (hari ini Senin 12 Januari 2026),” sebutnya.
Dalam kesempatan yang sama, politikus muda PDIP lainnya, Aryo Seno Bagaskoro, menyebut jika nantinya rakyat tidak bisa memilih pemimpinnya berarti haknya telah diambil.
“Karena dalam demokrasi kita, bagaimana seorang pemimpin itu bisa bonding dengan rakyatnya, bisa merasakan keresahan rakyatnya, bisa mencari solusi terbaik untuk masalah rakyatnya,” ucap Seno.
Lebih lanjut, Seno menyebut pemilu bukan sekedar siapa yang menang, tapi lebih penting bagaimana cara memimpin. Dirinya meyakini masih banyak rakyat yang ingin pemilu secara langsung.
“Kami percaya bahwa masih banyak orang yang masih ingin agar pemilu kita itu dipilih langsung oleh rakyat. Di tengah jalan sunyi itu kami berani mengambil sikap yang tentu saja sangat berbeda, sangat kontras,” tuturnya.


















Discussion about this post